Ngomongi Pemilu !

Maret 16, 2009

Kita sudah sama2 tahu, kalau nanti tuh tanggal 9 April 2009 mendatang akan ada yang namanya PEMILU (pemilihan Umum), yah aku rasa gak ada yang gak kenal ama yang namanya Pemilu, kalau ada yang belum kenal, buruan deh kenalan ama dia, heheheh,….

Untuk omongan yang kali ini, yah agak berserius-serius ria dulu lah kita yah, menyangkut bentar lagikan waktu milihnya, yah bukan karena latahan dari blog2 sebelah,cuman mau nunjukin partisipasi aku aja buat nyambut nih yang kata orang2 ntuh sebagai pesta demokrasi.

analisis_04_thumbPemilu ntu yah, kata orang2 sih milih-milih wakil rakyat gtu ama milih calon Presiden dan Wakilnya, saban priode Pemilu berbeda cara milihnya, mulai dari pemilu pertama kali waktu tahun 60-an ya kalo ndak salah ampe sekrang tahun 2009 semua nya beda. Tapi pas jaman2 Orde Baru pimpinan pak harto tuh pemilu kontan hamper sama pelaksanaannya.

Hmmm setahu aku sih, Pemilu ntu dilaksanakan setiap 5 taon sekali, trus lagi berbarengan dengan berakhirnya masa jabatan presiden, serta berbarengan dengan berakhirnya masa jabatannya bapak2 kita yang di DPR yang ngakunya Wakil Rakyat ntuh !!

Kembali lagi ke masalah cara milih yang berbeda ntu, waktu jaman2 tahun 60-an ampe tahun 2004 cara milihnya di “Coblos” sedangkan untuk tahun 2009 ini cara memilihnya di “contreng” atau di “ceklis” atau di “centang” pokoknya yang tanda2 kayak huruf “V” itu lah. Trus lagi di tahun 60-an ntu jumlah parpol (partai politiknya) banyak ampe puluhan, pas di jaman orde baru di kecilkan menjadi 3 parpol yaitu Golkar,PPP ama PDI, jadi istilahnya 3 paham, antara lain kerakyatan,agamais dan demokratis. Cuman waktu jaman Orba pimpinan si pak Harto ketiga partai nih gak bisa apa2,cuman jadi bahan kendaraan pengaturan pak harto ntuh !!.

tahap_frontpage

Nah, setelah lahirnya Reformasi yang digawangi ama teman2 Mahasiswa (gini2 pernah jadi mahasiswa aku) pada tahun 1998 yang berakhir dengan jatuhnya soeharto dari kekuasaan sebagai Presiden RI, pada tahun 1999 untuk pertama kalinya lagi Negara kita nih buat Pemilu dengan sistem seperti pada tahun 60-an yang lalu,artinya boleh banyak partai yang ikut bertarung mendapatkan suara sebanyak2nya dari rakyat Indonesia.

Kalo ndak salah sih ada 48 partai waktu itu, kemudian di pemilu 2004 begitu juga demikian cuman jumlah partainya aku lupa, klen cari sendirilah atau Tanya ama om google aja, lebih gampangkan !! dan di pemilu 2004 perwakilan Daerah di pilih oleh rakyat, orang2 yang menjadi wakil daerah biasanya disebut sebagai DPD yang akan bertugas untuk bersidang di senayan sebagai pembawa aspirasi daerah pemilihan mereka masing2.

Nah, untuk pemilu di tahun 2009 ini, jauh berbeda, walaupun sistem kepartaiannya sama, artinya banyak partai yang berkompetisi pada pemilu 2009 ini, ada 38 partai. Apa yang berbeda ?? yang berbeda adalah rakyat diberi kekuasaan penuh untuk memilih Calon Legislatifnya sendiri yang nantinya akan menjadi wakil dari suara rakyat itu sendiri, sedangkan di pemilu yang dahulu cara ini belum ada sama sekali.

Artinya, selain Parpol berkampanye untuk mempromosikan dan “Menjual Obat” kepada rakyat pemilih, Calon Legislatif juga berperan dalam kampanye tersebut, dengan harapan agar suara yang didapatkan pada pemilu tersebut dapat terkumpul dengan banyak.

Gitu penjelasannya !!! hehehehe gini2 awak bisa juga lah jelasin hal yang begituan, gak percuma lulus PNS di KPU SUMUT, heheheheh (nyombong dikit gak pa lah).

Cuman yang aku sesalkan, cara pemilihan sistem pemilihan langsung “CALEG” calon legislatif ini sarat dengan sistem “Money Politic”, ngerti gak ?? artinya politik uang, suara masyarakat akan terbeli oleh uang, dan caleg akan membujuk rakyat utk memilihnya dengan bujukan uang,bantuan serta bagi2 sembako. Kita juga tahu, bahwa penduduk Indonesia Negara kita ini tingkat pendidikannya masih dibawah rata-rata,dan mudah terpengaruh dengan hal yang demikian,dengan bujuk rayu uang dan bantuan otomatis rakyat akan mau memilih caleg tersebut.

Apalagi adanya PERPU No.1 Tahun 2009 nih (maqjank keluar anak Hukumnya !!) yang ngatur “sistem suara terbanyak”, artinya siapa caleg yang mendapatkan suara terbanyak di pemilu nanti, maka dialah yang akan melenggang mulus menjadi wakil rakyat, sistem nih membuka segala usaha black campaign, seperti politik uang tadi, trus lagi sistem ini akan membuat ruang jarak antara si caleg dengan partainya menjadi semakin kelihatan, kepentingan INDIVIDUALISTIS akan sangat terasa, dan partai cuman dijadikan kendaraan politik semata, tentunya sistem ini akan menimbulkan efek domino yang lebih jauh hebatnya, seperti usaha KORUPSI jika si caleg udah duduk di DPR, melakukan korupsi dalam sejumlah Tender dengan harapan kembalinya dana darinya semasa ber-kampanye, ribet yah?? Alah, mencari “Balek Modal” maksudnya !! heheheh.

Yang Jelas, yuk lagh woy kita milih, gak apalah walaupun kalian banyak yang pesimis pada PEMILU di tahun ini, tapi setidaknya melalui pemilu nih kita udah menunjukan partisipasi kita sebagai rakyat Indonesia melakukan suatu yang bermanfaat buat Negara dan bangsa, apa kita mau terpuruk begini terus?? Gak kan ?? makanya, kita harus berubah, dan punya niat untuk merubah bangsa, salah satunya ikut “nyoblos” eh salah “nyentang” di pemilu 2009 nanti. Dan yang gak kalah lebih pentingnya “Bijak Memilih” serta “Jangan Salah Pilih” !.

Dagh gak jamannya maen Golput2an, emang mau kita disamakan dengan Golput alias Golongan Putih alias hantu alias dedemit?? Gak kan? Makanya nyoblos donk di pemilu 2009 nanti, diingat tanggalnya 9 April 2009, kalo gak salah hari Kamis ntuh,.. seluruh instansi dan perusahaan di Liburkan tuh.

Demikian.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: